Bab 5 Persyaratan Keselamatan untuk Laboratorium Medis Cerdas
Bagian 4 Persyaratan Keselamatan Bahan Kimia Berbahaya untuk Laboratorium Medis
Personil yang bekerja di laboratorium tidak hanya terpapar berbagai mikroorganisme patogen tetapi juga barang-barang berbahaya. Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk memahami sepenuhnya efek toksik dari barang-barang berbahaya ini, rute paparan, dan bahaya yang mungkin terkait dengan penanganan dan penyimpanan bahan kimia ini. Lembar data keselamatan bahan (MSDS) atau informasi lain tentang bahaya bahan kimia dapat diperoleh dari produsen atau pemasok bahan kimia. Dalam eksperimen di mana bahan kimia ini digunakan, informasi di atas harus mudah diakses; misalnya, informasi tersebut dapat dimasukkan sebagai bagian dari buku panduan keselamatan atau buku panduan operasi.
I. Rute Paparan
- Inhalasi
- Kontak
- Tertelan
- Tertusuk jarum
- Melalui kulit yang terluka
II. Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya
Laboratorium sebaiknya hanya menyimpan jumlah bahan kimia yang dibutuhkan untuk penggunaan sehari-hari. Bahan kimia berbahaya dalam jumlah besar harus disimpan di ruangan atau bangunan yang ditunjuk khusus. Bahan kimia tersebut harus disimpan secara terpisah berdasarkan klasifikasi menurut sifat-sifat bahan kimia.
III. Prinsip Umum Terkait Bahan Kimia Berbahaya yang Tidak Kompatibel
Untuk menghindari kebakaran atau ledakan, zat-zat pada kolom kiri Tabel 5-1 harus dicegah, selama penyimpanan dan penanganan, agar tidak bersentuhan dengan zat-zat yang sesuai pada kolom kanan Tabel 5-1.
Tabel 5-1 Prinsip Umum Terkait Bahan Kimia yang Tidak Kompatibel
| Kelas Zat Kimia | Bahan Kimia yang Tidak Kompatibel |
|---|---|
| Logam alkali, seperti natrium, kalium, kromium, dan litium | Karbon dioksida, klorin, api |
| Halogen | Amonia |
| Asam asetat, hidrogen sulfida, anilin, asam sulfat | Oksidator, seperti asam, asam nitrat, peroksida, permanganat |
IV. Efek Toksisitas Bahan Kimia Berbahaya
Penanganan bahan kimia tertentu atau menghirup uapnya dapat memberikan efek buruk pada kesehatan manusia. Selain zat toksik yang sudah dikenal luas, banyak bahan kimia berbahaya diketahui memiliki berbagai efek toksik dan dapat menyebabkan efek buruk atau kerusakan serius pada sistem pernapasan, darah, paru-paru, hati, ginjal, dan sistem pencernaan, serta organ dan jaringan lainnya, sementara beberapa bahan kimia bersifat karsinogenik atau teratogenik.
Beberapa uap yang larut bersifat toksik jika terhirup. Selain banyak efek serius yang disebutkan di atas, paparan juga dapat mengakibatkan kerusakan kesehatan manusia yang tidak dapat langsung dikenali, yang mungkin meliputi koordinasi yang buruk, kantuk, dan gejala serupa, serta dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Kontak berulang jangka panjang dengan banyak pelarut organik cair dapat menyebabkan kerusakan kulit, kemungkinan karena efek penghilangan lemak dari pelarut organik; gejala alergi dan korosif juga dapat terjadi.
V. Bahan Kimia Berbahaya yang Mudah Meledak
Azida umumnya digunakan sebagai agen antimikroba dalam larutan. Karena benturan kecil dapat menyebabkan ledakan hebat tembaga azida, azida tidak boleh bersentuhan dengan tembaga atau timbal (seperti pipa limbah dan perlengkapan pipa).
Eter menjadi sangat tidak stabil setelah penuaan dan pengeringan hingga membentuk kristal, dan dapat meledak.
Ketika asam perklorat mengering pada benda kayu, bata, atau bahan berserat, asam tersebut akan meledak dan menyebabkan kebakaran saat terkena benturan.
Asam pikrat dan pikrat meledak saat dipanaskan dan terkena benturan.
VI. Tumpahan Bahan Kimia Berbahaya
Sebagian besar produsen bahan kimia laboratorium mengeluarkan diagram skematik yang menjelaskan penanganan tumpahan bahan kimia. Diagram yang sesuai harus dipasang di posisi yang menonjol di laboratorium, dan barang-barang berikut harus disediakan:
- Kit penanganan tumpahan bahan kimia
- Peralatan pelindung, seperti sarung tangan karet tugas berat, sepatu pelindung atau sepatu bot karet, dan masker gas
- Sekop dan pengki
- Pinset untuk mengambil pecahan kaca
- Alat pel, serta kain dan kertas untuk mengelap
- Ember
- Abu soda atau natrium bikarbonat untuk menetralkan asam dan bahan kimia korosif
- Pasir (untuk menutupi tumpahan basa)
- Bahan pembersih tidak mudah terbakar
- Apabila terjadi tumpahan bahan kimia dalam skala besar, langkah-langkah berikut harus diambil:
- Evakuasi personel dari lokasi kejadian melalui petugas keselamatan terkait
- Berikan perhatian khusus kepada personel yang mungkin telah terkontaminasi
- Jika bahan yang tumpah bersifat mudah terbakar, padamkan semua api terbuka, matikan pasokan gas di ruangan dan area sekitarnya, buka jendela (jika memungkinkan), dan matikan peralatan listrik yang dapat menghasilkan percikan api listrik
- Hindari menghirup uap yang dihasilkan oleh bahan yang tumpah
- Jika aman untuk dilakukan, nyalakan peralatan ventilasi
- Sediakan barang-barang yang diperlukan untuk membersihkan tumpahan
VII. Gas Terkompresi
Informasi mengenai gas terkompresi tercantum dalam Tabel 5-2.
Tabel 5-2 Penyimpanan Gas Terkompresi dan Gas Tercair
| Wadah | Persyaratan Penyimpanan |
|---|---|
| Tabung gas terkompresi | Tabung harus dipasang dengan aman (misalnya, dirantai) ke dinding atau meja laboratorium yang kokoh, guna memastikan tabung tidak bergeser akibat bencana alam. Tutup pelindung harus terpasang selama pengangkutan, dan tabung harus diangkut menggunakan kereta tangan. Tabung berkapasitas besar harus disimpan di fasilitas yang sesuai pada jarak tertentu dari laboratorium. Lokasi penyimpanan harus dikunci dan diberi tanda yang sesuai. Tabung tidak boleh diletakkan di dekat radiator, api terbuka, atau sumber panas lainnya, maupun di dekat peralatan listrik yang dapat menghasilkan percikan api listrik, dan juga tidak boleh diletakkan di bawah sinar matahari langsung. |
| Tabung gas sekali pakai berukuran kecil | Tidak boleh dibakar |