(1) Sistem Komunikasi.

  1. Sistem interkom bebas genggam dan peralatannya. Telepon di dalam ruang operasi tidak boleh terhubung langsung dengan pihak luar; telepon hanya dapat digunakan antar ruang operasi serta antara ruang operasi dan stasiun perawat. Komunikasi eksternal departemen operasi (di dalam rumah sakit) ditangani secara eksklusif melalui ruang jaga penjaga gerbang atau stasiun perawat.

  2. Peralatan komunikasi nirkabel tidak diizinkan di ruang operasi bersih, guna mencegah gelombang radio mengganggu komponen elektronik dan menimbulkan kecelakaan medis.

  3. Sistem penyiaran digunakan bersama untuk pemutaran musik; sistem ini dapat memutar berbagai jenis musik dan pada saat yang sama menyiarkan pengumuman serta panggilan paging.

  4. Departemen operasi bersih harus dilengkapi dengan sistem jaringan informasi, dan titik informasi harus dipasang di lokasi berikut: setiap ruang operasi (ruang operasi Kelas Ⅰ harus memiliki 2 titik), ruang persiapan anestesi, kantor dokter anestesi dan perawat, stasiun perawat, ruang pemulihan, ruang penyimpanan obat, stasiun darah, ruang fisika dan kimia, dll.

(2) Sistem Pemantauan Video dan Pengajaran.

  1. Untuk keperluan observasi pengajaran, sistem kamera merekam berbagai kondisi selama proses pembedahan dan mengirimkannya ke ruang observasi (ruang kelas audiovisual, ruang rapat) untuk diamati, dipelajari, dan dijadikan sarana pertukaran gagasan oleh mahasiswa maupun ahli; langkah ini membatasi masuknya personel yang tidak terlibat langsung dalam pembedahan ke ruang operasi, sehingga mengurangi faktor infeksi silang.

  2. Seiring perkembangan teknologi informasi dan digital, sinyal dapat ditransmisikan melalui Internet ke luar rumah sakit untuk konsultasi jarak jauh.

  3. Jika diperlukan, proses pembedahan direkam sebagai bahan penelitian dan sebagai dasar pengambilan putusan sengketa medis, dan rekaman proses pembedahan dapat ditunjukkan kepada keluarga pasien.

(3) Perangkat Kontrol Otomatis dan Pengaturan Otomatis.

  1. Diterapkan pengaturan pelacakan cerdas pada sistem pendingin udara bersih, yang utamanya meliputi tampilan suhu, kelembapan, volume udara, tingkat penyumbatan filter, dan perbedaan tekanan statis setiap ruang bersih di dalam departemen operasi.

  2. Peralatan berkontrol otomatis di departemen operasi bersih harus andal, stabil, dan tahan lama; khususnya komponen pasif harus sensitif, akurat, dan memiliki respons cepat; sirkuit harus berupa sirkuit digital dengan stabilitas baik dan kemampuan anti-gangguan yang kuat.

  3. Sistem alarm kebakaran harus dihubungkan dengan pusat pengendalian kebakaran gedung. Jika terjadi kebakaran di bagian lain gedung, departemen operasi sejauh mungkin tidak boleh kehilangan pasokan listrik akibat kejadian tersebut.

  4. Departemen operasi bersih dilengkapi dengan sistem kamera keamanan yang terhubung jaringan dengan sistem keamanan gedung.

PJ1 = 8.26kW

  • 25A/4P
  • 25A/4P
  • J1: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, U, 0.66kW
  • J2: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, V, 0.82kW
  • J3: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, W, 0.86kW
  • J4: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, U, 0.62kW
  • J5: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, V, 0.7kW
  • J6: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, W, 0.64kW
  • J7: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, U, 0.86kW
  • J8: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, V, 0.82kW
  • J9: DPN 16A, BV-2×2.5+E2.5, DG20, PA, W, 0.78kW
  • Sirkuit cadangan: DPN 16A
  • Sirkuit cadangan: DPN 16A

Gambar 11.6 Diagram Skema Sistem Pencahayaan Darurat Departemen Operasi Bersih

  • 2×HG32/32A
  • Transformator isolasi E14(3.6kVA)
  • INT/2P 32A
  • P=8kW E38/CF2—63A dengan sakelar alarm pemantauan isolasi, tanpa perlindungan beban lebih, dilengkapi alarm
  • DPN 20A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pasokan listrik untuk pintu listrik
  • Panel kontrol terintegrasi
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pasokan listrik untuk grup stopkontak ruang operasi
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pasokan listrik untuk grup stopkontak ruang operasi
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pasokan listrik untuk grup stopkontak ruang operasi
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pasokan listrik untuk grup stopkontak ruang operasi
  • DPN 20A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pasokan listrik untuk grup stopkontak pada gantungan peralatan medis di ruang operasi Kelas Ⅰ
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pencahayaan ruang operasi Grup A
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pencahayaan ruang operasi Grup B
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pencahayaan ruang operasi Grup C
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Pencahayaan ruang operasi Grup D
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 PA Lainnya (cadangan)
  • DPN 16A BV-2×2.5+E2.5 DG20 QA Alat baca film sinar-X, lampu perekam, dll.
  • INT/2P 32A
  • DPN 20A Sirkuit cadangan

Gambar 11.7 Sistem Distribusi Listrik untuk Ruang Operasi Bersih Kelas Ⅰ dan Ⅱ Gambar 11.8 Sistem Distribusi Listrik untuk Ruang Operasi Bersih Kelas Ⅲ dan Kelas Ⅳ Gambar 11.9 Diagram Skema Pentanahan Ekuipotensial di Departemen Operasi Bersih

  • Lemari instrumen logam
  • Peralatan listrik medis
  • L, N, PE
  • Busbar PE
  • Grup stopkontak listrik
  • Gantungan peralatan medis
  • Lampu operasi
  • Meja operasi
  • Papan terminal ekuipotensial
  • LEB
  • Pintu, jendela
  • BV-1×6 VG15
  • BV-1×25 VG20
  • BV-1×6 VG15
  • Tulangan utama di kolom
  • Tulangan pelat lantai