Bagian 2 Model Konstruksi Laboratorium Medis Cerdas

Model konstruksi laboratorium medis cerdas adalah model laboratorium yang memenuhi kebutuhan laboratorium saat ini dan dapat beradaptasi dengan perkembangan masa depan, mematuhi persyaratan pendirian laboratorium, perizinan, serta sertifikasi dan akreditasi, dan memiliki karakteristik berupa keamanan, kesehatan, hemat energi, perlindungan lingkungan, humanisasi, kecerdasan, serta fleksibilitas dan variabilitas.

I. Humanisasi

Desain humanisasi berarti memanfaatkan ruang di gedung laboratorium secara rasional, melakukan pembagian zona fungsional secara ilmiah, mempertimbangkan prospek perkembangan rumah sakit secara menyeluruh, dan mencadangkan ruang laboratorium, guna menyediakan tempat kerja yang efisien dan ruang belajar yang nyaman bagi staf laboratorium.

1. Model modernisasi yang cocok untuk mendorong penelitian ilmiah

Laboratorium modern menekankan pertukaran timbal balik antar pekerja laboratorium, khususnya pertukaran pembelajaran dan semangat tim pekerja laboratorium. Desain humanisasi harus memanfaatkan ruang di gedung laboratorium semaksimal mungkin untuk menyediakan peluang bagi pekerja laboratorium untuk bertemu dan bertukar pikiran, termasuk ruang istirahat, ruang rapat, kantor, dan ruang tangga, guna memaksimalkan peluang pekerja laboratorium untuk bertemu dan berkomunikasi.

Hal ini mengejar estetika visual ruang, tampilan dan skema warna yang bersih serta cerah, lingkungan dalam ruangan yang aman dan nyaman, serta konfigurasi yang mewujudkan ciri khas zaman, memenuhi kebutuhan kesehatan dan kenyamanan staf.

2. Model laboratorium yang menggabungkan gaya ruang terbuka dan gaya partisi

Dengan syarat mematuhi spesifikasi keamanan hayati laboratorium, dan sesuai dengan karakteristik setiap spesialisasi, laboratorium harus mengadopsi model yang menggabungkan gaya ruang terbuka dan gaya partisi, agar orang tidak merasa sempit atau tertekan: mereka dapat saling melihat satu sama lain namun tetap memiliki ruang yang relatif mandiri.

Spesialisasi yang cocok dengan gaya ruang terbuka: pengujian klinis, kimia klinis, imunologi, hematologi, dan lain-lain.

Spesialisasi yang cocok dengan gaya partisi: mikrobiologi, penyaringan HIV, ruang PCR, dan lain-lain.

II. Kecerdasan

Laboratorium cerdas mencakup telepon dan konferensi video, peralatan presentasi, peralatan audiovisual seluler, serta integrasi data, audio, video, dan komputer. Laboratorium cerdas dikelola secara terpadu melalui bus, yang menghubungkan berbagai instrumen dan peralatan di dalam laboratorium satu sama lain untuk mewujudkan jaringan laboratorium, dan melalui berbagai mode keluaran menghubungkannya dengan jaringan seluler, jaringan telekomunikasi, jaringan televisi, dan lain-lain, sehingga memungkinkan staf untuk mengendalikan berbagai jenis informasi internal dan eksternal secara bebas kapan saja dan dari mana saja, serta mewujudkan fungsi seperti akses Internet pita lebar dan kendali jarak jauh.

Sistem cerdas mencakup sistem akses komunikasi, sistem pertukaran telepon, sistem jaringan informasi, sistem aplikasi informasi, sistem manajemen peralatan gedung, sistem keamanan publik, kecerdasan lingkungan, dan kecerdasan furnitur laboratorium. Sistem yang relevan harus dipilih dan dikonfigurasi sesuai dengan kondisi aktual seperti skala dan persyaratan fungsional laboratorium.

III. Fleksibilitas dan Variabilitas

Memaksimalkan fleksibilitas selalu menjadi fokus penting dalam merancang atau merenovasi laboratorium. Memaksimalkan fleksibilitas berarti peralatan laboratorium tidak hanya harus memiliki kinerja fungsional yang sangat baik saat digunakan, tetapi juga, jika terjadi renovasi besar atau pembangunan baru di masa depan, memungkinkan tingkat reorganisasi dan penggunaan kembali dinding, sistem pasokan, dan meja kerja yang tinggi, sehingga mengurangi pemborosan sumber daya tenaga kerja dan material.

1. Sistem pasokan fleksibel

Sistem suplai yang fleksibel sangat penting bagi sebagian besar laboratorium. Laboratorium harus memungkinkan penyambungan atau pemutusan sambungan yang mudah di dinding dan langit-langit, guna memungkinkan pemasangan peralatan yang cepat dan berbiaya rendah. Sistem suplai perlu memenuhi persyaratan awal dan beradaptasi dengan rencana pengembangan masa depan yang diantisipasi.

2. Lingkungan dalam ruangan yang fleksibel

Laboratorium berkembang ke arah modularisasi: meja kerja laboratorium dapat dirancang agar dapat dipindahkan, dan kolom layanan dapat disesuaikan serta dipindahkan; ruang laboratorium dapat dimanfaatkan sepenuhnya, dan reorganisasi fleksibel dapat dilakukan. Stasiun dok yang dipasang tetap di dinding dan lantai mencakup input untuk sirkuit listrik, saluran air, komunikasi, dan lain-lain, serta memiliki fitur penyambungan dan pemutusan sambungan yang cepat, yang memfasilitasi reorganisasi bersama meja laboratorium secara plug-and-play.

IV. Perlindungan Lingkungan Hijau

Keselamatan, kesehatan, perlindungan lingkungan, dan konservasi energi merupakan elemen esensial dari sebuah laboratorium. Sistem perlindungan keselamatan dipasang, dan bangunan hemat energi berkelanjutan yang berbasis pada efisiensi sumber daya, lingkungan yang sehat, serta produktivitas telah menjadi kenyataan. Mengurangi konsumsi energi peralatan, meningkatkan efisiensi energi, mengurangi zat atau limbah berbahaya, memperbaiki lingkungan dalam dan luar ruangan, melindungi kesehatan manusia, memanfaatkan bahan dan sumber daya ramah lingkungan secara efektif, mendaur ulang dan menggunakan kembali, serta meningkatkan penggunaan produk terbarukan telah menjadi tren yang tidak terelakkan.