Bagian 2 Fasilitas Cerdas Laboratorium Medis

I. Kontrol Pencahayaan Cerdas

Kontrol dan manajemen cerdas pencahayaan di seluruh ruang laboratorium dapat diwujudkan. Berbagai metode kontrol cerdas, seperti kontrol jarak jauh, dapat digunakan untuk menyalakan dan mematikan pencahayaan laboratorium dari jarak jauh, meredupkan lampu, menyalakan atau mematikan semua lampu sekaligus, serta mewujudkan berbagai efek skenario pencahayaan satu sentuhan seperti mode “bekerja” dan “beristirahat”. Fungsi juga dapat diimplementasikan melalui kontrol terjadwal, kontrol telepon jarak jauh, kontrol komputer lokal, dan kontrol Internet jarak jauh, sehingga mencapai fungsi hemat energi, ramah lingkungan, dan praktis dari pencahayaan cerdas. Ada dua tujuan utama penerapan kecerdasan pada sistem kontrol pencahayaan: pertama, meningkatkan tingkat kontrol dan manajemen sistem pencahayaan serta mengurangi biaya pemeliharaannya; kedua, menghemat energi dan menekan biaya operasional sistem pencahayaan.

Dengan menggunakan kontrol pencahayaan cerdas, berbagai jenis informasi dalam sistem pencahayaan dapat dikumpulkan secara otomatis berdasarkan kondisi seperti perubahan lingkungan, persyaratan pekerjaan, dan kebutuhan fungsional. Informasi yang terkumpul kemudian melalui proses analisis logis, penalaran, dan penilaian yang sesuai; hasil analisis disimpan, ditampilkan, dan dikirimkan dalam format yang dibutuhkan, sembari dilakukan kontrol umpan balik yang sesuai terhadap informasi status kerja untuk mencapai hasil kontrol yang diharapkan.

1. Tujuan dan Signifikansi Pembangunan Sistem Pencahayaan Cerdas Laboratorium

1.1 Efek hemat energi yang baik menghasilkan manfaat ekonomi yang cukup besar 1.2 Memperpanjang masa pakai lampu melalui teknologi soft-start 1.3 Memperbaiki lingkungan kerja dan meningkatkan efisiensi kerja 1.4 Mewujudkan beragam efek pencahayaan 1.5 Meningkatkan efisiensi manajemen dan menekan biaya pemeliharaan

2. Fungsi Sistem Pencahayaan Cerdas Laboratorium

2.1 Kontrol jarak jauh dan kontrol terpusat 2.2 Kontrol otomatis terjadwal 2.3 Kontrol fungsi skenario 2.4 Kontrol peredupan 2.5 Kontrol tertaut 2.6 Kontrol manual melalui sakelar tegangan rendah 2.7 Kontrol terminal seluler 2.8 Antarmuka ekspansi berkapabilitas tinggi 2.9 Manajemen terintegrasi pada platform Internet of Things

3. Definisi Fungsi Sistem

3.1 Sistem pencahayaan harus mendukung fungsi kontrol sakelar sirkuit individu dan sakelar kelompok 3.2 Sistem pencahayaan harus mendukung fungsi kontrol peredupan sirkuit individu dan peredupan kelompok 3.3 Sistem pencahayaan harus mendukung kontrol perubahan kombinasi skenario secara keseluruhan 3.4 Sistem pencahayaan harus dapat dikontrol melalui panel sentuh cerdas yang dapat diprogram 3.5 Sistem pencahayaan harus mendukung fungsi logika manajemen tanpa pengawas dan kontrol terjadwal 3.6 Sistem kontrol harus dilengkapi fungsi sakelar manual darurat 3.7 Sistem kontrol harus mendukung input sinyal kontak kering dan sinyal analog, serta mampu melakukan kontrol tertaut dengan sensor tubuh manusia, sensor iluminasi, dan sistem proteksi kebakaran 3.8 Sistem kontrol harus menggunakan panel cerdas multifungsi yang dapat diprogram dan kontrol layar sentuh 3.9 Sistem harus dapat diperluas dengan fungsi kontrol tambahan, seperti kontrol tirai dan pendingin udara 3.10 Sistem kontrol harus merupakan sistem kontrol pencahayaan cerdas bus lapangan berkinerja tinggi 3.11 Sistem harus mendukung pemantauan jarak jauh melalui Internet 3.12 Sistem kontrol harus menyediakan antarmuka dan protokol komunikasi terbuka untuk memfasilitasi hubungan terintegrasi dengan sistem integrasi keseluruhan

Gbr. 3-21 Diagram struktur topologi sistem kontrol pencahayaan cerdas Gbr. 3-22 Sistem kontrol pencahayaan cerdas

Gbr. 3-23 Sakelar cerdas

II. Sistem Kontrol Peralatan Cerdas

Kontrol peralatan listrik mengadopsi pendekatan penggunaan tegangan rendah untuk mengendalikan tegangan tinggi, yang aman sekaligus cerdas. Berbagai metode kontrol cerdas, seperti kontrol jarak jauh dan penjadwalan, dapat digunakan untuk mengendalikan secara cerdas soket laboratorium, kulkas, proyektor, televisi, dan peralatan listrik lainnya. Hadirkan visi kecerdasan ke dalam laboratorium dan bayangkan peralatan listrik laboratorium yang ditransformasi oleh kecerdasan.

Faktanya, transformasi cerdas peralatan laboratorium telah dimulai dan sudah memasuki kehidupan kerja manusia.

Di era kecerdasan, visi kecerdasan akan terus terwujud, dan perkembangan teknologi menciptakan kemungkinan tak terbatas bagi visi-visi tersebut. Di luar kemungkinan tersebut, satu hal yang pasti: tak terelakkan lagi bahwa peralatan listrik laboratorium akan bergerak menuju kecerdasan yang lebih tinggi dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3-24 dan Gambar 3-25. Gambar 3-24 Sistem kontrol penggunaan listrik cerdas

Gambar 3-25 Sistem kontrol peralatan rumah tangga inframerah cerdas Gambar 3-26 Soket cerdas

III. Sistem Kontrol Tirai Cerdas

Tirai cerdas dapat menyesuaikan intensitas cahaya, kelembapan udara, dan keseimbangan suhu ruangan secara otomatis sesuai dengan lingkungan laboratorium. Otomatisasi dicapai melalui inframerah, kontrol jarak jauh radio, atau kontrol terjadwal, dan sensor elektronik untuk sinar matahari, suhu, angin, dan faktor lainnya digunakan untuk mewujudkan pengoperasian produk yang cerdas.

Gambar 3-27 Sistem kontrol tirai cerdas

IV. Sistem Kontrol Pintu Cerdas

Sistem kontrol pintu cerdas kendali jarak jauh laboratorium dapat dihubungkan ke Internet eksternal, sehingga peralatan sakelar jarak jauh yang terhubung dapat dioperasikan dengan mudah melalui terminal jarak jauh seperti komputer dan ponsel.

Komposisi sistem kontrol pintu cerdas kendali jarak jauh laboratorium:

  1. Sistem pemantauan pintu cerdas kendali jarak jauh. Sistem ini memantau status akses semua pintu laboratorium, sehingga status buka/tutup pintu laboratorium dapat diketahui kapan saja dan di mana saja.

  2. Sistem pembuka/penutup pintu cerdas kendali jarak jauh. Melalui deteksi sensor, sistem ini menggerakkan motor untuk mengendalikan pembukaan dan penutupan pintu akses.

  3. Sistem kontrol komputer induk pintu kendali jarak jauh. Komputer induk digunakan untuk mengendalikan setiap pintu laboratorium dari jarak jauh, sehingga pintu laboratorium dapat dibuka dan ditutup dari jarak jauh saat staf laboratorium tidak ada.

Gambar 3-28 Sistem kunci pintu dan keamanan cerdas Gambar 3-29 Sistem kontrol pintu cerdas